July 7, 2020
RECENT POST

Sign in

Sign up

  • Home
  • Top Stories
  • Basmi Match Fixing, Kapolri Bentuk Tim Satgas Pemberantasan Mafia Sepak Bola

Basmi Match Fixing, Kapolri Bentuk Tim Satgas Pemberantasan Mafia Sepak Bola

By on December 20, 2018 0 389 Views

Serukaltim.com, Jakarta – Dugaan adanya kasus match fixing atau pengaturan skor di kompetisi sepakbola Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru. Hanya saja, isu ini semakin meruncing setelah laga delapan besar Liga 2 2018 antara Aceh United vs PSMP Mojokerto Putra, pada Senin (19/11/2018) silam, yang terindikasi adanya pengaturan skor.

Kasus tersebut membuat acara talkshow yang dimoderasi oleh Najwa Shihab, “Mata Najwa” mengajak para narasumber yang berkecimpung di dunia sepakbola untuk membahas match fixing tersebut.

Di episode “Mata Najwa” bertajuk “PSSI Bisa Apa? Jilid 2” pada Rabu (19/12/2018) malam tadi di Studio 1 Trans 7 Jakarta, Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian turut hadir sebagai narasumber.

Di acara tersebut, Tito mengungkapkan, ia sudah membentuk tim satuan tugas khusus guna memberantas mafia sepak bola di Indonesia. Tim satgas tersebut dipimpin langsung olehnya.

“Tentu kita harus mendukung iklim sepak bola yang sehat. Saya terus terang sangat prihatin, adanya permainan skor, mengatur ranking dan lainnya. Ini pengakuan dari inner circle,” sebutnya.

Ia membeberkan, bukti-bukti dan kronologi yang sudah dibeberkan beberapa narasumber di acara itu, bisa menjadi alat bukti awal untuk memproses lebih lanjut kasus ini.

“Kita melihat bukti yang ditampilkan ini bisa dijadikan kasus penipuan. Setelah itu bisa mengembang, ini penipuan perorangan atau sistematis. Ini bisa jadi gunung es yang besar. Kita akan dalami laporan yang dibuat Mbak Lasmi (Manager Persibara Banjarnegara yang juga narasumber di acara itu,red),” paparnya.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian ini menjelaskan, tim satgas ini akan dibuat secara komprehensif, dengan struktur yang juga komprehensif.

“Di dalam nantinya akan ada tim lidik, artinya dia yang bagian lapangan. Nanti mereka yang akan masuk untuk mengumpulkan informasi. Ada juga tim sidik yang memproses perkara dan tim hukum yang mengkaji,” terangnya.

Tito melanjutkan, ini sudah waktunya bagi kepolisian melihat tuntutan yang ada dari masyarakat dan tak bisa dibiarkan.

“Saya sangat mengapresiasi para whistle blower yang berani mengungkap kasus ini. Kami mengajak para whistle blower ini untuk bekerja sama, ayo kita bongkar,” tuturnya.

Dirinya juga akan memberikan motivasi kepada anggota tim satgas berupa reward bagi siapa saja yang berhasil membongkar kasus ini.

Reward-nya bisa kenaikan pangkat, kesempatan sekolah, bisa juga promosi sesuai dengan tingkat layer yang mereka ungkap, orang per orang, sistematis, atau internasional,” sebutnya.

“Saya mohon dukungan dari semua pihak, baik pemberi informasi dan para penegak hukum, seperti Kejaksaan, Mahkamah Agung, peradilan dan ahli-ahli hukum agar Undang-Undang No. 11 tahun 1980 ini bisa kita terapkan,” tukasnya. [*/hfd]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *