September 22, 2020
RECENT POST

Sign in

Sign up

MENEGUHKAN NILAI-NILAI MORALITAS BANGSA

By on November 21, 2019 0 74 Views

OLEH: MUHAMMAD NADZIR (DOSEN MAGISTER ILMU HUKUM UNIVERSITAS BALIKPAPAN)

Negara Indonesia merupakan salah satu negara dari ratusan negara-negara di planet bumi yang memiliki karakter unik dan berbeda dengan negara-negara lain di dunia, karakter unik tersebut diantaranya penduduknya terkenal dengan suka tolong menolong, bergotong royong, bantu membantu, jujur, semangat, kerja keras, ramah, murah senyum, pandai menghormati tamu dan menyayangi sesama, meskipun memiliki latar belakang perbedaan suku, budaya, agama, bahasa serta tradisi. Sifat kepedulian sesama tersebut bukan saja dirasakan oleh sesama anak bangsa yang sedang mengalami musibah akibat gempa bumi, sunami, gunung meletus, banjir, banjir bandang, tanah longsor akan tetapi juga dirasakan penduduk negara lain yang sedang dilanda krisis kemanusiaan seperti di Syiria dan Palestina yang mengucapkan terima kasih kepada warga negara Indonesia yang berperan aktif dalam membantu mereka yang sedang dilanda musibah kekurangan bahan makanan, minuman dan obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lainnya.

Karakter karakter baik yang bersendi pada nilai nilai luhur yang diajarkan nenek moyang bangsa Indonesia secara umum bersifat universal dan dapat diterima oleh masyarakat dunia dan diadopsi baik secara langsung maupun  tidak langsung dengan istilah kerjasama antar bangsa-bangsa di dunia yang membentuk satu komunitas negara-negara dunia yang disebut dengan istilah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didalamnya membentuk struktur yang bertujuan meningkatkan harkat dan martabat manusia, meningkatkan pengetahuan umum, meningkatkan ekonomi, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, meningkatkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat dunia. Struktur tersebut persis seperti negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa yang tidak dibedakan perlakuannya oleh negara dalam memberikan pelayanan.

Dewasa ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat, mulai dari ilmu kesusastraan, ilmu budaya, ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu pendidikan, ilmu hukum, ilmu sains terapan, demikian halnya perkembangan teknologi informasi, mulai dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi generasi 1 berupa telpon, mesin ketik, teknologi generasi 2 berupa computer dan jaringan internet melalui kabel, teknologi generasi 3, berupa telpon dan jaringan internet nirkabel, dan teknologi generasi 4 berupa percepatan teknologi komunikasi melalui touchscreen yang telah memudahkan komunikasi secara visual dan realtime satu dengan yang lainya, perkembangan teknologi yang sangat pesat tersebut telah mampu mempengaruhi perubahan sikap, perilaku, gaya, cara dan model komunikasi, sikap dan tindak pada banyak individu sebagai bagian dari globalisasi teknologi yang menghilangkan sekat-sekat antar wilayah, perbedaan waktu dan jarak yang jauh, sehingga juga sangat mempengaruhi perilaku banyak individu, utamanya kaum millennial di setiap negara di belaha dunia.

Budaya-budaya dan nilai-nilai lokal satu daerah, wilayah, negara bahkan nilai-nilai agama banyak terdegradasi dan dipengaruhi dengan budaya pop yang cenderung bersifat bebas, liberal sehingga tidak heran berkembang budaya bergaulan bebas, pornografi, kekerasan, hedonis, individualistik, dan model-model budaya yang merusak lainnya yang lambat laun menggerus budaya bangsa yang luhur dan bermartabat. Budaya gotong royong terasa hampir hilang, sepertinya hanya masih tersisa di desa-desa dan di kampung-kampung itupun sudah memulai memudar, seolah olah saat ini segalanya dinilai dengan uang, budaya saling menyayangi dan menghormati semakin tergerus dengan saling mengedepankan kelompok dan golongan masing-masing.

Perubahan memang merupakan keniscayaan akan tetapi perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik. Mengambil dan mencontoh budaya barat sah-sah saja dan dibolehkan akan tetapi sebaiknya disaring antara yang sesuai dengan yang tidak sesuai, dan tetap tidak melupakan budaya sendiri yang mencerminkan nilai-nilai keluhuran bangsa. Oleh karena itu penting bagi semua pihak terutama pemerintah untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa yang menjadi landasan moralitas bangsa. Budaya sopan dan santun, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, jujur, semangat, kerja keras, peduli kepada sesama, menolong yang lemah dan membela kebenaran atas dasar keadilan dan perikemanusiaan merupakan nilai-nilai moral bangsa yang dimiliki bangsa Indonesia sejak zaman dahulu.

Peneguhan nilai-nilai moral bangsa kepada generasi penerus dan generasi muda yang dikenal dengan generasi millennial membutuhkan keteladanan dari semua pihak termasuk keteladanan yang dilakukan dan diberikan oleh kepala negara, menteri, kepala lembaga tinggi negara, kepala daerah, termasuk keteladanan yang harus dilakukan oleh Institusi Kepolisian Republik Indonesia dan oleh individu anggota kepolisian republik Indonesia, karena keteladanan yang baik akan mampu mengubah sikap dan akan menggugah kesadaran seluruh anak bangsa untuk berbuat lebih baik, jujur, kerja keras, semangat, bersatu dan kompak dalam membangun bangsa dan negara. Oleh karenanya menjadi penting untuk terus menerus meneguhkan nilai-nilai moral bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selain karena merupakan kebutuhan dasar ruhani setiap individu bahwa peneguhan nilai-nilai moral bangsa adalah wujud eksis bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang arif dan bermartabat dalam kancah pergaulan negara-negara di dunia.

  Artikel
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *