December 2, 2020
RECENT POST

Sign in

Sign up

  • Home
  • Artikel
  • Pentingnya Bersatu Menghadapi Virus Corona

Pentingnya Bersatu Menghadapi Virus Corona

By on April 9, 2020 0 53 Views

Oleh: Muhammad Nadzir
Dosen Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Balikpapan

Pada awal bulan Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya pertama kali warga negara Republik Indonesia yang positif terinveksi virus Corona. Sontak kabar tersebut menyebar dan menyeruak keseluruh pelosok negeri melalui media nasional dan media sosial yang dapat diakses melalui smartphone yang ada digenggaman tangan rakyat.

Publik sangat kaget dan pengumuman tersebut menjadi sangat heboh,  mengingat banyak masyarakat Indonesia saat itu beranggapan bahwa virus Corona tidak akan menjangkiti rakyat Indonesia disebabkan oleh cuaca Indonesia yang memiliki iklim jauh lebih panas dibanding cuaca di Provinsi Wuhan di Cina. Sehingga oleh sebagian ahli virus, penularannya sangat minim, atau mungkin sangat minim kemungkinannnya virus tersebut menyebar dan menginfeksi rakyat Indonesia yang hidup pada iklim tropis.

Ada juga masyarakat yang beranggapan bahwa sifat masyarakat Indonesia yang sangat religius, yang umumnya berwudhu 5 (lima) kali dalam satu hari, membuat kecil kemungkinan virus dapat menulari atau menjangkiti mereka. Namun anggapan-anggapan tersebut akhirnya ambyar seiring berjalannnya waktu pasca diumumkannya oleh Presiden Joko Widodo bahwa terdapat warga negara Indonesia yang positif terinfeksi virus Corona.

Hari demi hari pasca pengumuman Presiden Joko Widodo, jumlah warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus Corona semakin bertambah dan bertambah, bahkan sudah cukup banyak yang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Pemerintah bekerja keras bahu-membahu berkoordinasi menyiapkan segala perangkat peraturan, pendanaan, kelembagaan yang terkoordinatif di tingkat pusat hingga ke tingkat daerah, provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Perubahan anggaran/realokasi dan refocusing APBN dan APBD diarahkan sebesar-besarnya untuk pendanaan penanganan dan perlawanan terhadap virus Corona untuk menyelamatkan rakyat dan bangsa Indonesia dari bahaya pandemi virus.

Perlawanan terhadap virus Corona menjadi agenda besar negara ini, mengingat besarnya resiko jika tidak ditangani dengan baik. Negara asing yang sempat masyarakatnya abai terhadap bahaya virus Corona terbukti mengakibatkan banyaknya korban berjatuhan, seperti di Italia dan Amerika Latin. Bukan saja ratusan melainkan ribuan rakyatnya meninggal akibat virus Corona tersebut.

Kerja keras pemerintah dalam melawan dan menghadapi virus Corona harus didukung semua komponen masyarakat seperti mahasiswa/pelajar, guru/dosen, lembaga swasta, tenaga kesehatan, pedagang, petani, buruh, TNI-POLRI, pekerja jasa, ojek online, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, lembaga swadaya masyarakat dan lain sebagainya.

Serangan virus Corona telah membawa dampak dan perubahan yang cukup signifikan dalam kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan keagamaan.  Kegiatan sosial kemasyarakatan banyak terbatasi dan harus dibatasi untuk mencegah penularan dan penyebaran yang lebih masif dalam masyarakat. Sehingga anak-anak sekolah dan kuliah diliburkan, kegiatan pesantren di berbagai daerah terpaksa dihentikan dan anak-anak didiknya dipulangkan, kegiatan seminar, pelatihan, tasyakuran resepsi perkawinan serta pertunjukan dan konser musik yang telah direncanakan jauh sebelumnya harus dihentikan dan diganti dilaksanakan dengan cara online, bahkan untuk penguburan orang yang meninggal dibatasi jumlah penta’ziahnya.

Serangan virus Corona juga sangat mengganggu proyeksi pertumbuhan ekonomi negara dan daerah. Banyak pabrik-pabrik yang mempekerjakan buruh terpaksa berhenti berproduksi dan akhirnya banyak yang gulung tikar dan para pekerjanya dengan terpaksa di-PHK, penyedia jasa transportasi menjadi sepi karena bandara, pelabuhan dan stasiun ditutup sementara, warung makan dan pedagang kaki lima sepi pembeli karena daya beli menurun, restoran dan hotel serta tempat pariwisata mengalami penurunan pengunjung akibat virus Corona.

Dalam kondisi yang demikian menimbulkan matinya roda ekonomi dan pada gilirannya mengakibatkan kemampuan daya beli menurun dan menimbulkan peningkatan jumlah warga kurang mampu di masyarakat.

Dalam situasi pandemi Corona yang menyeruak di hampir seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, dan pada sisi yang lain negara memiliki agenda politik mengenai pemilihan langsung kepala daerah baik Gubernur/Bupati/Walikota di banyak wilayah di Indonesia yang rencananya akan dilangsungkan pesta pemilu pemilihan kepala daerah di tahun 2020 menjadi persoalan, baik mengenai kesiapan pelaksanaanya, pendanaannya serta kesiapan masyarakat dan konstituennya dalam mensukseskan agenda politik negara tersebut di tengah-tengah situasi yang belum diketahui kapan berakhirnya pandemi virus Corona ini.

Pandemi virus Corona juga sangat mempengaruhi kehidupan keagamaan masyarakat, banyak masjid, gereja dan tempat ibadah lainya yang ditutup sementara waktu untuk mengurangi dan menghindari penyebaran virus Corona di tengah-tengah jamaah dan masyarakat.

Kegiatan keislaman terkait sholat Jum’at di kota-kota besar tidak dilaksanakan sementara waktu, kegiatan peringatan hari besar dan ceramah agama yang menghadirkan masyarakat banyak sementara ditiadakan, demikian halnya kegiatan puasa bagi kaum muslimin di tahun ini akan dilaksanakan penuh hikmah dan amalan-amalan ibadahnya cukup dilaksanakan di rumah bersama-sama dengan keluarganya masing-masing, sebagaimana saran dari Majelis Ulama Indonesia sebagai otoritas keagamaan bagi kaum muslim di Indonesia.

Secara umum dapat dikemukakan bahwa serangan virus Corona sangat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pada agenda-agenda pemerintah dalam pembangunan bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan agama, serta bidang kehidupan yang lainnya.

Demikian halnya pada kehidupan masyarakat mengalami perlemahan di banyak sisi dan sektor. Sehingga menjadi penting bagi semua unsur-unsur kehidupan berbangsa dan bernegara untuk bersatu-padu saling bergandengan tangan, bekerjasama, bergotong-royong, bahu-membahu berjuang dan memperjuangkan kemenangan melawan virus Corona.

Sebagaimana kemenagan melawan kolonial penjajahan pada masa yang silam, selain karena atas berkat rahmat dari Allah SWT, dan didukung dengan semangat kerja keras serta persatuan dan kesatuan segenap komponen bangsa, pada akhirnya kemenangan itu dapat diraih dengan gemilang dan penuh kebangganaan.

Demikian halnya kondisi saat ini, pemerintah-bersama-sama rakyat harus bersatu-padu, bersama-sama menjadikan virus Corona sebagai musuh bersama yang harus dikalahkan disertai doa dan munajat yang disampaikan oleh anak bangsa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Semoga bangsa Indonersia diselamatkan dan dimenangkan dalam melawan virus Corona, aamiin.

  Artikel
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *